Pada 2004, blogger John Gruber dan programmer Aaron Swartz mempublikasikan script Perl kecil dan spesifikasi sintaks dengan premis sederhana: plain text harus bisa dibaca apa adanya, tanpa tag HTML mengotori konten, sambil tetap bisa dikonversi dengan bersih ke HTML. Mereka menamakannya Markdown — permainan kata dari "markup", menyarankan sesuatu yang lebih ringan dan lebih manusiawi.
Dua puluh tahun kemudian, Markdown adalah format penulisan default untuk dokumentasi software, komunikasi developer, aplikasi catatan, dan porsi signifikan konten web. Ia berhasil bukan karena bahasa formatting paling powerful, tapi karena paling mudah dibaca.
Markdown menggunakan karakter plain text untuk formatting: # untuk heading, ** untuk bold, - untuk list, ` untuk code. Keindahannya adalah file Markdown tetap sepenuhnya mudah dibaca bahkan tanpa rendering.
Masalah fragmentasi: spesifikasi asli Gruber ambigu tentang banyak edge case. Hasilnya, berbagai "flavor" bermunculan — CommonMark, GitHub Flavored Markdown (GFM), MultiMarkdown. Setiap flavor menambah fitur berbeda.
Meski terfragmentasi, sintaks inti hampir identik di mana-mana. Markdown tidak pernah menggantikan HTML — memang tidak dirancang untuk itu. Ini bahasa menulis, bukan bahasa publishing.
Jelajahi Editor Markdown di situs ini untuk menulis, preview, dan mengekspor Markdown langsung di browser. Tutorial tentang cara menggunakan Markdown juga tersedia.
